61. AL MUHYI (Dzat Yang Maha Menghidupkan) Diakhirat nanti Allah Ta'ala akan memberikan kehidupan yang kekal bagi semua manusia. Sehingga apabila kita masuk syurga maka selamanya akan mendapatkan kenikmatan. Begitu juga sebaliknya apabila kita masuk neraka maka selamanya akan mendapatkan siksa. Oleh sebab itu yang seharusnya kita khawatirkan bukanlah kematian, akan tetapi yang perlu kita khawatirkan adalah kehidupan setelah kematian. Apakah kita akan memperoleh kehidupan yang bahagia, atau memperoleh kehidupan yang sengsara. Karena kehidupan setelah kematian inilah kehidupan yang kekal. Dari Abu Said Al-Khudri r.a katanya, Rasulullah SAW bersabda: “Pada hari kiamat, maut akan didatangkan seperti seekor biri-biri yang berwarna keputih-putihan. Lalu dihentikan di antara surga dan neraka. Kemudian diserukan : “Wahai ahli surga, apakah kalian mengenal ini?” Lalu mereka menjulurkan leher untuk melihat ke arah sang penyeru, kemudian menjawab : “Ya, itu adalah maut!” Kemudian diserukan lagi : “Wahai ahli neraka, apakah kamu sekalian mengenal ini?” Lalu mereka menjulurkan leher untuk melihat dan menjawab : “Ya, itu adalah maut!” Kemudian diperintahkan agar maut (biri-biri) itu disembelih. Lalu diserukan lagi : “Wahai ahli surga, keabadian yang tidak akan ada kematian lagi! Wahai ahli neraka, keabadian yang tidak akan ada kematian lagi!” Kemudian Rasulullah SAW membacakan ayat “Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, yaitu ketika segala perkara telah diputus dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak pula beriman”. Kemudian beliau menunjuk dunia dengan tangan beliau”. (Shahih Muslim). Akan tetapi kekekalan syurga dan neraka tidak sama dengan kekekalan Allah Ta'ala. Yaitu syurga dan neraka kekal selama dikehendaki Allah Ta'ala. Karena Allah Ta'ala adalah satu-satuNya Tuhan dan tidak ada satupun yang setara denganNya. Surat Huud (11) : 106 – 108 106. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih), 107. Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. 108. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam syurga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain), sebagai karunia yang tiada putus-putusnya. A. Sisi Tafakkurnya Seberapa banyak kita takut kepada siksa Allah Ta'ala dineraka serta mengharapkan syurga? dan seberapa banyak kita mengharapkan kenikmatan-kenikmatan didunia dan tidak takut akan kehidupan akhirat. B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang selalu mengingat kematian. C. Sikap Orang Beriman Dia sangat yakin bahwa apabila masuk syurga akan merasakan kenikmatan secara terus menerus, akan tetapi apabila masuk neraka juga akan merasakan siksa secara terus menerus. D. Sikap Orang Bertaqwa Dia tidak pernah mempermasalahkan kematian. Yang selalu dia fikirkan adalah bagaimana dia bisa hidup diakhirat kelak didalam kenikmatan yang kekal dan dia sangat khawatir jika hidup diakhirat dalam siksaan yang kekal. Oleh sebab itu dia selalu berusaha untuk memenuhi syarat-syaratnya agar bisa memperoleh hidup yang nikmat didalam syurga. Dan syarat yang paling utama adalah keimanan kepada Allah Ta'ala dengan iman yang sebenar-benarnya. Sehingga dia akan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan keimanan yang sempurna. Karena tanpa keimanan tidak akan mungkin bisa merasakan kenikmatan disyurga walau hanya sekejap. Dan setelah beriman dia akan melakukan amal-amal ibadah dan amal-amal sholeh serta banyak-banyak memohon ampun kepada Allah Ta'ala. Hidup didunia ini adalah pertaruhan yang sangat besar. Apabila kita menempuh jalan yang salah (sesat) sampai ajal menjemput, maka kita akan memperoleh kesengsaraan yang abadi didalam neraka. Akan tetapi apabila kita menempuh jalan yang lurus (beriman dan bertaqwa), maka kita akan memperoleh kebahagiaan yang abadi didalam syurga. Oleh sebab itu hendaknya kita berhati-hati didalam hidup ini. Jangan sampai kita terlena dengan kehidupan dunia, sehingga kita melupakan kehidupan akhirat. Karena kehidupan dunia ini adalah kehidupan yang semu dan sebentar. Apabila kita mengalami kesengsaraan didunia, maka suatu saat nanti kesengsaraan tersebut akan berakhir. Begitupun juga sebaliknya apabila kita memperoleh kesenangan didunia, maka suatu saat nanti kesenangan itu akan berakhir. Akan tetapi diakhirat nanti, apabila kita mengalami kesengsaraan, maka selamanya akan berada dalam kesengsaraan tersebut. Begitu juga sebaliknya apabila kita memperoleh kebahagiaan, maka selamanya berada dalam kebahagiaan tersebut. Segala sesuatu yang ada didunia ini jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat adalah sangat rendah dan sedikit. Jika didunia ini ada wanita yang cantik, maka didalam syurga Allah Ta'ala telah menyiapkan bidadari-bidadari yang sangat cantik bermata jeli. Jika didunia ini ada kekuasaan, maka disyurga Allah Ta'ala telah meyiapkan pelayan-pelayan yang selalu siap untuk melayani penghuni syurga. Jika didunia ini ada rumah-rumah yang bagus, maka disyurga Allah Ta'ala telah menyiapkan bangunan yang jauh lebih baik. Begitu juga dengan hal-hal yang lain. Oleh sebab itu Allah Ta'ala memerintahkan untuk bersabar. Yaitu jangan sampai terpedaya dengan tipuan-tipuan dunia. Karena apabila terpedaya dengan kehidupan dunia, maka diakhirat kita akan memperoleh kesengsaraan yang sangat berat. Yaitu menarik nafas dengan merintih dan mengeluarkan nafas dengan merintih pula. Sesuai surat Huud (11) : 106 106. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka. Di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih). E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, tolonglah kami agar kami dapat melakukan amal ibadah dan amal sholeh sampai dengan ajal kami datang. Karena sesungguhnya kehidupan diakhirat itu tidak ada lagi kematian. F. Sikap Orang Bertawakkal Dia sangat yakin bahwa apabila dia beriman dan beramal sholeh, maka Allah Ta'ala akan memasukkannya kedalam syurga. Oleh sebab itu apabila didunia ini dia telah beriman dengan sebenar-benarnya dan melakukan amal-amal sholeh, maka masalah hasilnya nanti diakhirat dia serahkan sepenuhnya kepada Allah Ta'ala. G. Sikap Orang Mukhlis Dia tidak perduli apa yang dia terima didalam hidup ini. Dia selalu menunggu kematian dan tidak pernah thulul amal bahwa umurnya masih panjang. Sehingga dia akan memperbanyak amal-amal ibadah, amal-amal sholeh dan memohon ampun. Dia sangat bersyukur apabila masih diberi kesempatan untuk mempertebal keimanan, memperbanyak amal ibadah dan amal sholeh sebelum ajalnya menjemput. H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Al Muhyi Apabila telah menjadi kholifah, maka ia sangat takut sekali dengan adanya siksa Allah dineraka. Karena siksaan dineraka tidak pernah ada hentinya. Dan terhadap sesama manusia, ia selalu mengingatkan kepada manusia akan kematian dan kehidupan yang kekal diakhirat. Bahwasannya apabila seseorang disiksa oleh Allah Ta'ala dineraka, maka hal itu akan kekal dalam siksa tersebut, dan apabila diberikan kenikmatan didalam syurga, maka dia akan kekal pula didalam menerima nikmat tersebut. I. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ Al Muhyi Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu dalam mengingatkan manusia akan kematian, sehingga mereka dapat segera bertaubat dan melaksanakan amal-amal yang sholeh. Agar manusia dapat mengetahui bahwa sesungguhnya kehidupan diakhirat itu adalah kehidupan yang kekal. Dimana apabila mereka memperoleh siksa atau kenikmatan akan berlangsung terus menerus dan tidak ada yang dapat menghentikannya.